Kalian tahu gak apa yang paling menyedihkan dari sebuah cerita sedih? Itu adalah cerita sedih yang dibuat oleh orang yang menyedihkan yang awalnya ingin membuat sebuah kisah cerita dengan akhir yang indah namun berakhir dengan kesedihan.
Double sad!
*bearwithme*
-----------
Riyoo sedang membuka komputer lamanya yang sudah bertahun-tahun tersimpan rapi di lemari. Sepertinya memang dibiarkan begitu saja olehnya. Entah karena alasan apa. Mungkin karena komputer itu sebenarnya juga sudah dalam kondisi 70% rusak. Namun ternyata malam ini, ia kembali menyalakannya dan masih berfungsi dengan baik. Well, banyak kekurangannya dibandingkan awal dia membelinya. Namun, masih lumayan lah.
Kembali ia membuka file-file lama. Lagu, foto, video, dan buku harian elektronik yang selalu Ia perbarui tiap hari atau minimal tiap akhir minggu, jika ia mengingatnya.
Tidak banyak kisah di dalam buku harian itu. Tidak banyak pula tokoh yang disebut di dalam buku harian itu. Hanya beberapa nama yang terus diulang. Seung Hyun dan Seung Ho yang paling banyak disebut di dalamnya. Dan pastinya beberapa nama sahabatnya Ririn, Eun Cha, Yeonra, Sunyeon, Heeseul, Yeongi.
Mereka sekarang sudah jarang berkumpul. Semua sudah sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Semua sudah beranjak dewasa. Bukan lagi sekumpulan gadis remaja yang kesana kemari selalu bersama bergandengan tangan. Berkumpul dengan membawa pacar masing-masing. Tidak lagi seperti itu.
Riyoo pun teringat semua perselisihan dengan mantan-mantannya. Well sepertinya tidak banyak mantannya. Hanya ada dua nama, Seung Hyun dan Seung Ho, seperti yang sudah disebutkan tadi. Ia tipe yang setia, well Riyoo is a A Blood Type woman, if you know what I mean.
Sebuah album foto ia buka di salah satu folder pribadinya. Ternyata berisi foto-foto kenangan bersama Seunghyun, her first love. Masih cupu.... Seung Hyun yg masih terlihat "berisi" dan Riyoo yang terlihat seperti anak kampung. Hahahhahhaha.... Ia menertawakan dirinya sendiri.
"Seung Hyun-ah.... bogoshipo!" matanya berkaca-kaca.
Putusnya hubungan mereka kala itu agak sedikit dramatis. mmmmm... well.... menyedihkan sebenarnya. Kehilangan kekasih setelah 7 tahun bersama itu seperti kehilangan belahan jiwa. Riyoo dan Seung Hyun sudah bersama sejak mereka di bangku SMP. Orang-orang bilang mereka hanya menjalani yang namanya cinta monyet kala itu, tapi mereka membuktikan kalau orang-orang salah menilai hubungan mereka. Namun suatu hari hubungan itu harus berakhir dengan tragis.
Seung Hyun yang saat itu sekolah di SMA khusus laki-laki menjadi korban kebiadaban kakak kelas yang sedang berkelahi. Cukup lama ia terbaring di rumah sakit dalam keadan koma karena luka di bagian kepala yang cukup parah. Ia hanya bisa bertahan sekitar satu setengah bulan dan akhirnya menyerah. Seung Hyun pun meninggal dunia.
Cukup lama bagi Riyoo untuk menerima kenyataan itu. Sempat terjerumus ke dalam lingkungan pergaulan yang tidak bagus. Di situ lah ia mengenal Yeonra. Yeonra lah yang selalu mencekokinya dengan minuman keras dan pernah hampir menjerumuskan Riyoo kedalam lingkungan narkotika. Namun Leeteuk, yang merupakan teman kecil Riyoo mencegahnya. Riyoo berhasil diselamatkan dan juga Yeonra pun mengikuti jejak Riyoo.
Sebenarnya bukan karena Riyoo, tapi Yeonra terpukau dengan kegigihan Leeteuk yang dengan sabar mencoba mengembalikan Riyoo ke jalan yang benar. Yeonra pun bertekad untuk merubah dirinya sendiri agar bisa lebih dekat dengan Riyoo dan Leeteuk. Mmm... Lebih tepatnya sih Yeonra ingin mendekati Leeteuk.
Saat bergabung dengan grup rehabilitasi minuman keras, Yeonra dan Riyoo bertemu dengan teman-teman lainnya, yang akhirnya menjadi sahabatnya, Heeseul, Sunyeon, Eun Cha, Yeongi. Seorang sahabatnya, Ririn, saat itu menjadi pembimbing mereka di grup rehabilitasi itu. Ririn lebih dulu terjerumus dan lebih dulu sadar, maka dari itu ia bisa memberikan masukannya bagi grup itu. Karena umur mereka yang sebaya itu lah mereka bisa cepat menjadi akrab dan berubah dari teman menjadi sahabat.
Hobi yang sama, kesulitan yang sama, permasalahan yang sama, mereka bisa saling melengkapi. Mereka yang saat itu bersekolah di tempat yang berbeda-beda selalu menyempatkan diri untuk berkumpul di cafe tengah kota. Hanya untuk sekedar berbagi cerita, baik maupun buruk. Saat Ririn sedang ada masalah dengan pacar-pacarnya, Yeongi yang tidak bisa menentukan hatinya, Eun Cha yang sedang berusaha mendapatkan hati seorang musisi terkenal yang sebenarnya adalah tetangga dekatnya. Bermacam-macam cerita, namun layaknya remaja, 90% objek pembicaraan adalah laki-laki.
"I miss you gurls!" Ri yoo menghela napasnya sambil mengelus layar komputernya yang sedang menampilkan fotonya bersama sahabat-sahabatnya itu di cafe langganan mereka.
"Mwohe?" Seungho datang sembari memeluk Riyoo dari belakang.
"Old stuff. I miss the old time! I miss the old you too!" Riyoo membuka foto first date dia dan Seungho di sebuah restoran pinggir jalan.
"What's wrong with me now?" tanya Seungho dingin.
"Can't you hear yourself?" ujar Riyoo sambil men-shutdown komputernya. Ia menyingkirkan tangan Seungho dari bahunya dan beranjak dari kursi, meninggalkan Seungho yang terdiam sambil memegang sandaran kursi dengan kencang, menahan emosinya.
"Lihat saja! Look at yourself now! Pasti kau berpikir untuk mencekikku tadi." Riyoo berusaha tenang sambil menuang teh ke dalam dua cangkir.
"Duduklah. Kita bicara. Disini!" Riyoo menunjuk bangku yang ada di ruang makan. Ia meletakkan satu cangkir di meja makan, lalu menarik bangku dan memposisikan dirinya diseberang cangkir yang baru saja ia letakkan.
"I want a divorce!" Riyoo menyeruput teh panas yang baru saja ia buat itu dengan pelan.
"I don't wanna live with you anymore! Let me be free please!" Seungho mendekat ke meja makan, dan duduk di seberang Riyoo. Matanya merah menahan marah.
"Wae?" tanyanya sambil menggigit bibirnya.
"I just don't love you anymore! Sorry!" Riyoo bangun dari tempat duduknya. Menaruh cangkirnya ke dalam bak cuci piring. Namun, tangannya terlihat gemetar.
"Really? Then why you're shaking?" tanya Seungho dengan nada remeh.
"Aku belum makan dari kemarin. Ani. Aku tidak bisa makan. Ini keputusan besar bagiku. Dan aku sudah memikirkannya baik-baik. Ini adalah keputusan yang terbaik!"
"Terbaik untuk siapa? Untukmu? Untukku? Agar kau bisa bebas kencan dengan pacar baru mu itu? Siapa namanya? Jackson? Pria homo itu?!" Nada Seungho meninggi.
"No. The best for us! No. Jackson is not a homo. No. I don't wanna be with Jackson. No. I don't have a feeling for him. Not even a tiny feeling. He's just a best buddy!" Riyoo masih berusaha tenang.
"Yeah right! Your best sex buddy!"
Praanggg....
Riyoo melemparkan cangkir yang dipegangnya ke arah Seungho dan mengenai tembok yang ada di belakangnya.
"How dare you! I never have sex with anybody but you!"
"Yeah right! You wanna fight now?!" Seungho bangun dari bangku dengan emosi sehingga bangkunya pun terjatuh.
"THEN TELL ME ABOUT THOSE PICTURES OF YOURS LAYING NAKED ON A BED WITH JACKSON BESIDE YOU! OH IN ADDITION HE WAS HUGGING YOU!" Seungho berteriak di telinga Riyoo.
"I TOLD YOU IT WAS A PRANK! Seseorang menjebak kami! It's just for fun. Mark did that shit! You've heard Mark! Why don't you believe him? He said himself that he did that! But what? You don't believe me, you don't believe Jackson even Mark. Mereka berbaik hati menemuimu untuk menjelaskan apa yang terjadi malam itu. Jessica was there too. She's Mark's girlfriend! And yet you still torture me with that."
"I never trust you and your friends!"
"Then why you bother to marry me then?" Riyoo menatap Seungho sambil tetap menahan emosinya.
"Aku pikir kau akan menghiraukan teman-temanmu dan hanya menjadi milikku seutuhnya. Tapi apa? Kau selalu pergi dengan teman-temanmu. Dan tidak menghiraukan aku ketika kau sedang bersama teman-temanmu! Terutama sejak kau mengenal Jackson."
"You're sick!"
"NO YOU'RE SICK! Seorang istri itu seharusnya di rumah menunggu suaminya pulang! Istri itu harus menuruti perkataan suaminya!'
"APA AKU HARUS TERUS MENUNGGU SUAMI YANG TIAP PULANG KE RUMAH DALAM KEADAAN MABUK? APA AKU HARUS MENUNGGU SUAMI YANG TERKADANG SELAIN MABUK PULANG KE RUMAH DENGAN BERCAK LIPSTIK DI MANA-MANA? APA AKU HARUS MENUNGGU SUAMI YANG TERKADANG TIBA-TIBA TERDAMPAR DI SEBUAH MOTEL DENGAN SEORANG PELACUR YANG ENTAH SIAPA NAMANYA DAN PELACUR ITU MENELPONKU UNTUK MEMBAWA SUAMIKU PULANG KE RUMAH KARENA SUAMIKU ITU TERLALU MABUK UNTUK PULANG KE RUMAH SENDIRI? APA AKU HARUS MENUNGGU SUAMIKU YANG SAAT EMOSI SERING MENCEKIK LEHERKU DAN SEMPAT MEMBUATKU HAMPIR MATI KARENA MENENGGELAMKAN KEPALAKU KE DALAM BATHTUB YANG PENUH AIR PANAS? CAN'T YOU SEE WHAT YOU'VE DONE TO ME?" Riyoo menunjuk ke wajahnya yang menyimpan bekas luka bakar akibat air panas yang ia sebutkan tadi.
"BERUNTUNG AKU MENEMUKAN JACKSON YANG DAPAT MENGHIBURKU. ADA MARK DAN JESSICA YANG SELALU MENEMANIKU. KAU SUDAH MEMBAWAKU KE TEMPAT YANG JAUH DARI SAHABAT-SAHABATKU, KELUARGAKU. AKU SELALU BERBOHONG PADA MEREKA DAN BERKATA KALAU AKU BAIK-BAIK SAJA DAN SANGAT BAHAGIA MENJADI ISTRIMU! THE FACT IS, TOTTALLY BULLSHIT! YOU NEVER TREAT ME LIKE A HUMAN! YOU WERE GOOD FOR ME! YOU WERE ALWAYS NICE TO ME! YOU'VE CHANGE ALOT! I DON'T... aaarrgghh..." omongan Riyoo terputus. Seungho menusuk perutnya dengan pisau dapur.
"I love you Riyoo!" Seungho mencium kening Riyoo. Satu tangannya menggenggap pisau dan menghunusnya ke dalam perut Riyoo lebih dalam lagi.
"Maafkan aku yang selalu menyakitimu! Maafkan aku yang selalu membuatmu menderita. Aku akan melepaskanmu dari penderitaan itu." Seungho memeluk Riyoo yang saat ini sudah terkulai di lantai.
"Seungho-ssi......" Riyoo menggenggam tangan Seungho berharap Seungho menolongnya.
"Maafkan aku Riyoo! Aku terlalu mencintaimu. Aku tidak bisa mengabulkan permintaanmu untuk bercerai dariku. Kau adalah milikku seorang! Tidak ada orang lain yang boleh memilikimu! You're mine!" Seungho memeluk Riyoo erat. Namun kondisi Riyoo sudah terlalu lemas. Ia kehilangan banyak darah.
"Riyoo-yaahh!" Seungho menggoyang tubuh Riyoo. Namun tidak ada reaksi. Terlalu banyak darah yang mengalir dari perutnya.
Perlahan Seungho mencabut pisau dari perut Riyoo. Ia pun mengangkat tubuh Riyoo ke kamar mereka dan menidurkannya di atas kasur. Ia kembali ke dapur untuk mengambil pisau yang ia gunakan untuk menusuk Riyoo tadi. Lalu ia pun berbaring disamping Riyoo.
"Maafkan aku yang telah memberikan begitu banyak penderitaan untukmu! Aku sangat mencintaimu Riyoo! Aku tidak ingin orang lain memilikimu! Jika kau meninggalkanku aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan! Aku tidak bisa hidup tanpamu!" Seungho memegang pisau di satu tangan dan akhirnya mengiris nadi tangannya yang lain.
"Aku dan kamu harus terus bersama Riyoo-yah! Aku berjanji akan memperlakukanmu lebih baik lagi. Kau pun harus berjanji akan kembali datang padaku dan memilihku! Kau harus menjadi milikku lagi! Kita harus bersama lagi Riyoo!" Seungho menggenggam erat tangan Riyoo. Darah segar terus mengalir dari tangan Seungho dan juga dari perut Riyoo. Sampai akhirnya mereka kehilangan banyak darah, dan akhirnya harus menghembuskan napas terakhir mereka bersama.